Namun hal ini menuai ejekan dari para figur pendukung Obama. Apalagi karena saat ini, posisi Obama masih unggul atas posisi Hillary.
"Ini mungkin pertama kali dalam sejarah bahwa orang yang berada di posisi kedua menawarkan posisi kedua kepada orang yang ada di posisi pertama," ejek mantan pemimpin Senat AS Tom Daschle.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pada intinya, mereka bilang kalau dia (Obama) tidak siap menjadi presiden. Sebaliknya, mereka mengatakan dia mungkin bisa menjadi wakil presiden," imbuh Kerry seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/3/2008).
Menurut Dennis Goldford, profesor ilmu politik di Universitas Drake di Iowa, posisi Hillary saat ini sulit.
"Jika dia memenangi nominasi kepresidenan Demokrat, dia akan membutuhkan suara para pendukung Obama. Tapi dia harus hati-hati. Jika pembicaraan soal Obama ini dianggap sebagai manuver sinis, ini bisa menjadi bumerang dan merugikannya," kata Goldford. (ita/nrl)











































