Keraguan itu pun muncul dari sang ayah sendiri Anwar Ibrahim. Anwar menilai, sangat berat bagi Nurul untuk menang melawan kubu Barisan Nasional.
"Berat bagi Nurul Izzah untuk menang di kawasan itu. Tapi kita tidak lihat menang atau kalah, itu permulaan baginya," kata Anwar seperti dilansir situs resmi Malaysia, Bernama, Senin (10/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan ayu yang dikenal sebagai 'Putri Reformasi' itu mulai dikenal sejak ayahnya dipecat sebagai Deputi Perdana Menteri pada September 1998 oleh Mahathir Muhammad. Wajah cantiknya kerap muncul di televisi seperti CNN dan BBC. Izzah, panggilan
akrabnya, mencari dukungan untuk ayahnya yang menurutnya dizalimi.
Sejak usia 18 tahun, Izzah memang telah menunjukkan minatnya pada dunia politik, ekonomi, dan perempuan. Dia juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Dalam blog pribadinya nurulizzah.com, Izzah kerap menulis mengenai kondisi sosial, ekonomi dan politik di negeri jiran. Tengok saja tulisan yang di-upload-nya pada 30 Agustus 2008 yang berjudul 'Negaraku Malaysia, Coretan Menjelang Ulang Tahun ke-50'.
Menjelang Pemilu Raya Malaysia, blog tersebut berisi tentang jadwal Izzah sehari-hari mulai dari kampanye hingga perhitungan suara.
Saat ini Izzah aktif berkecimpung di Partai Keadilan Rakyat yang dibentuk ayahnya. Pada 2001, Izzah menjadi duta Malaysia dalam konferensi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.
Bersama suaminya, Raja Ahmad Shahrir dan putrinya Nur Safiyah, Izzah tinggal di Kuala Lumpur. (ken/nrl)











































