Husen (71) yang merupakan ayah Lela mengaku tidak percaya dengan kabar kematian anaknya pada Jumat 7 Maret 2008 lalu. Sulastri menjadi korban tewas dalam kebakaran di rumah majikannya.
Kabar duka itu pertama kali didengar Husen dari anak majikan Sulastri bernama Am Yuk. Sulastri merupakan salah satu dari tujuh korban meninggal dalam kebakaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya keluarga mencoba menghubungi KBRI untuk mengetahui kondisi Sulastri. Menurut informasi dari KBRI, kata Husen, ketujuh korban dalam keadaan hangus terbakar sehingga sulit untuk diidentifikasi. Menurut Husen, KBRI mengatakan saat ini, pemerintah Brunei tengah melakukan identifikasi.
Meski sedih, Husen mengaku sudah dapat menerima kematian anaknya. "Saya sudah ikhlas," ujarnya.
Husen juga berharap pemerintah Indonesia memberi perhatian kepada Sulastri. "Kalau kondisinya sudah tidak memungkinkan dibawa ke Indonesia ya dimakamkan di sana saja. Tapi karena anak saya Islam, tolong dimakamkan secara Islam," pinta Husen.
Almarhumah Lela Sulastri adalah anak 3 dari 7 bersaudara. Menurut Kakak tertua almarhumah, Sandi Sutarya (54), almarhumah memiliki pribadi yang dan sangat menyayangi keluarga.
Selama ini almarhumah merupakan tulang punggung keluarga. Almarhum meninggalkan kedua orang tua dan 16 keponakan. Almarhum sendiri belum dikaruniai anak. (ken/ken)










































