"Seperti dikatakan SBY, menjelang pemilu, peta politik semakin hangat. Pada mulai ancang-ancang, nggak heran ada pergerakan dan manuver politik Mega," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Minggu (9/3/2008).
Dikatakan dia, seseorang yang menyatakan siap maju di Pilpres 2009 sangat wajar bila berusaha meraih dukungan dalam negeri dari rakyat, partai, militer, dan pengusaha. Demikian juga dukungan dari dunia internasional, baik lembaga maupun negara asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Capres lain bisa juga melakukan hal serupa dengan judul lain. Pandai-pandai memainkan bidak catur saja. Misalnya, kalau lawan memajukan kuda maka dimajukan kuda cuta atau yang lain," tuturnya.
Qodari menyampaikan, Mega harus hati-hati dengan tindakannya. Karena kesan negatif bisa saja muncul, seperti munculnya tengarai Mega sedang mencari dukungan atau bantuan. Padahal partainya mengklaim sebagai partai nasionalis.
"Mungkin komunikasi dengan dunia internasional sudah dilakukan capres lainnya. Tapi kan ada yang terbuka dan ada yang tertutup, ada yang melakukan sendiri tapi juga dilakukan orang dekat," bebernya.
Lagi pula, lanjutnya, dunia internasional pasti tidak mau bila hanya bertemu dengan satu capres. Dan yang dilakukan Mega, adalah hal yang wajar di dunia politik.
Mega tidak curi start? "Para capres belum mendaftar di KPU. Jadi ya apa yang dilakukan Mega ini, lebih tepat disebut ancang-ancang atau manuver politik," pungkas Qodari. (nvt/ana)











































