Di akhir pekan, masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat, selalu ramai dikunjungi orang. Jalan menuju ke arah masjid ini pun sudah macet sejak pagi hari. Maklum, bus-bus wisata besar dari luar daerah banyak yang datang ke masjid megah ini.
Tidak perlu jengkel dulu dengan kemacetan ini! Sabar saja, sampai di lokasi dan melihat masjid akan membayar kekesalan akibat kemacetan. Begitu masuk lokasi dan memandang masjid yang begitu agung, rasa capai dan kesal seakan hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masjid ini tepatnya berdiri di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. "Kayak bukan di Indonesia ya. Serasa di Madinah," kata Hajjah Mustikah, warga Kendal, saat berkunjung ke Masjid Kubah Emas.
Masjid yang dibangun pada tahun 1999 ini memang sangat megah. Luas bangunan masjid milik Hajjah Dian Djurian Maimun Al Rasyid ini 8.000 meter persegi. Sementara lahannya seluas 70 hektare.
Arsitek masjid ini, secara umum, mengikuti masjid di Timur Tengah yakni dicirikan antara lain adanya kubah, menara dan halaman dalam tanpa atap (plaza).
Yang sangat menonjol dari masjid ini, tentu saja kubahnya yang dilapisi emas 24 karat. Selain satu kubah utama yang besar, ada empat kubah kecil yang mengelilinginya, semua dilapisi emas. Kubah berjumlah lima malambangkan rukun Islam.
Kemudian juga ada enam menara yang menjulang setinggi 40 meter. Puncak menara dihiasi kubah kecil, yang juga dilapisi emas. Soal jumlah menara yakni 6 itu melambangkan rukun iman.
Kemegahan masjid ini juga didukung dengan taman yang mengelilinginya yang ditata apik dan rapi. Warna-warni bunga bougenvil dan adenium membuat segar dan cantik masjid.
Puas memandangi kemegahannya, jangan lupa sempatkan salat di masjid ini. Dengan demikian, mengunjungi masjid ini, berwisata sekaligus beribadah.
(iy/ana)










































