"Banyak teman saya yang sudah gulung tikar," kata Katibun, penjual gorengan di Setiabudi, Kuningan, Jakarta, Minggu (9/3/2008). Katibun mengaku ia telah seminggu tidak jualan akibat harga minyak goreng yang terus melambung. "Ini saya baru nyoba jualan lagi," tutur Katibun.
Kenaikan harga minyak goreng menjadi dilema bagi para pedagang gorengan. Para pedagang tidak bisa menaikkan harga dagangannya meski harga minyak naik. Sebab, bila harga dinaikkan, pembeli pun tidak ada yang datang. Tapi bila harga tidak dinaikkan, para pedagang tidak mendapatkan untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memperkecil ukuran gorengan, Katibun lantas memilih minyak kemasan dan bukan minyak goreng curah yang harganya lebih mahal. Minyak goreng curah per liter harganya Rp 14 ribu. Sementara minyak goreng kemasan ada yang harganya Rp 20 ribu per dua liter. "Jadi lumayan agak murah dibanding minyak curah," cerita Katibun. (iy/ana)











































