Dengan Incubator, Kembar Siam Kediri Dibawa ke Surabaya

Dengan Incubator, Kembar Siam Kediri Dibawa ke Surabaya

- detikNews
Minggu, 09 Mar 2008 03:40 WIB
Kediri - Usaha menyelamatkan kembar siam dempet perut dari Desa Ringinpitu, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, terus dilakukan. Dengan menggunakan fasilitas incubator transport, bayi yang hingga kini belum diberikan nama tersebut dilarikan ke Surabaya, untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik di RSU Dr.Soetomo.

Direktur tempat bayi tersebut dioperasi di RS Amelia Pare, Ratriatmaja, membenarkan usaha tersebut. Kembar siam dilarikan ke Surabaya pada Sabtu, 8 Maret, pukul 22.05 WIB.

"Kita membawanya dengan didampingi tim dokter dari RSU Dr.Soetomo yang datang khusus dari Surabaya. Untuk incubator transport-nya, kebetulan RSUD Pelem Pare memilikinya jadi kami bisa meminjamnya," kata Ratriatmaja saat dihubungi detikcom, Minggu (9/3/2008) dinihari, yang menyebut perjalanan bayi sudah sampai perbatasan Mojokerto.

Digunakannya incubator transport ini dikarenakan selama dalam perjalanan ada keharusan agar kondisi bayi tetap dalam kondisi yang tidak drop, termasuk dengan suhu badannya. "Kita membawanya ke Surabaya kan untuk diselamatkan, makanya kami gunakan fasilitas yang menunjang agar perjalanan yang jauh ini tidak sia-sia," imbuhnya.

Ketika sampai di RSU Dr. Soetomo menurut Ratriatmaja, penanganan selanjutnya terhadap kembar siam dempet perut ini akan diserahkan sepenuhnya kepada tim dokter yang ada disana.

"Mereka sudah menyiapkan tim dokter yang akan menangani bayi tersebut, tapi itu juga bukan berarti kami akan lepas tangan. Tetap meski jarak jauh dan hanya lewat telepon, kami akan mengontrolnya," katanya.

Ketika ditanya menganai peluang bayi tersebut dapat diselamatkan, Ratriatmaja mengaku tidak mengetahuinya. Namun apabila melihat hasil pemeriksaan awal yang menyebutkan kondisi bayi berangsur-angsur membaik dan banyak organ yang lengkap di masing-masing bayi, dia tetap yakin bayi tersebut dapat diselamatkan.

"Soal prosentase selamat tidaknya saya tidak bisa mengatakan. Tapi kita akan berusaha dan optimis bisa menyelamatkannya. Ya kita berdoa bersama-sama ya, agar bayi itu selamat," ujarnya sambil mengakhiri percakapan di telepon.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu, 8 Maret 2008 sekitar pukul 13.10 WIB telah lahir bayi kembar siam dempet perut di RS Amelia Pare, Kabupaten Kediri. Meski bebarap organ vital, seperti jantung dan alat pencernaan lengkap pada masing-masing bayi, kondisinya bisa dikatakan cukup memprihatinkan. Hal ini dikarenakan, organ pencernaan lain, yaitu usus tampak terburai keluar.

Yang lebih memprihatinkan mungkin kondisi keluarga bayi kembar siam dempet perut tersebut. kedua orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh tani. Mereka berharap, segala pembiayan perawatan anaknya, baik di RS Amelia maupun di Surabaya dapat digratiskan.
(gah/gah)


Berita Terkait