Pantauan detikcom, Jumat (7/3/2008), seluruh aktivitas berhenti total. Bandara Ngurah Rai dan pelabuhan Gilimanuk ditutup total. Hotel-hotel pun ditutup. Jalan-jalan pun tampak lenggang, tidak terlihat kendaraan hilir mudik.
Hanya tampak pecalang (pengaman desa) yang keliling untuk mengamankan jalannya perayaan Nyepi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umat Hindu di Bali yang merayakan Tahun Baru Saka 1930 ini pun tampak melakukan tapa brata penyepian. Mereka dilarang untuk melakukan 4 hal, yakni dilarang menyalakan api atau lampu. Larangan ini sebagai simbol untuk menahan hawa nafsu.
Selain itu, warga juga tidak boleh bepergian keluar rumah dan menikmati hiburan. Warga juga dilarang bersenang-senang dan tidak boleh melakukan aktivitas kerja.
Ada pengecualian bagi keluarga yang memiliki bayi. Itu pun mereka harus meminta dispensasi ke desa adat. Keluarga itu diperbolehkan menyalakan 1 titik lampu.
Dilarang Pakai Pengeras Suara
Berkenaan dengan bertepatannya perayaan Nyepi dengan pelaksanaan salat Jumat, pihak pemda pun mengimbau agar umat Islam tidak menggunakan pengeras suara. Hal ini demi menghormati umat Hindu.
Selain itu, umat Islam yang hendak bepergian ke mesjid, juga dilarang menggunakan kendaraannya. Mereka diimbau untuk berjalan kaki.
(ary/nvt)











































