Bayi Risna yang belum memiliki nama ini lahir secara alami pada 24 Februari 2008. Saat ini bayi orangutan itu dirawat di Nursery Room (ruang bayi satwa) oleh penjaga Sri Suwarni.
TSI dalam keterangan pers yang diperoleh detikcom, Jumat (7/3/2008), menjelaskan, pemisahan ini diakrenakan Risna sejak hari ketiga setelah kelahiran tidak dapat lagi memproduksi air susunya.
"Oleh sebab itu dengan cepat para keeper satwa memisahkan anak orangutan tersebut untuk dirawat manusia untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelas TSI.
Tim medis TSI menerapkan perawatan intensif pada semua satwa tanpa terkecuali baik yang baru lahir sekalipun seperti anak orangutan ini. Perawatan dimulai setelah anak orangutan yang tidur di inkubator, setiap pagi keeper menimbang berat badan dan memandikan dengan airhangat.
"Setelah mandi anak orangutan digendong untuk dihangatkan di bawah sinar matahari pagi yang sehat," jelasnya.
Setelah dihangatkan, anak orangutan itu dijadwalkan untuk minum susu formula freelactos yang dicampur dengan multivitamin, calcium, dan serum induknya. Susu ini dimasukkan ke dalam botol berukuran 40 ml.
"Saat ini anak orangutan itu masih ditempatkan di inkubator yang bertujuan untuk menghangatkan badannya dan masih akan ditempatkan di tempat itu selama 3 bulan," pungkasketerangan itu.
(ary/ary)











































