Polisi menyatakan cat merah telah dilempar ke dalam pagar rumah milik Abdul Rashid. Saat ini memang nama Abdul Rashid sedang dalam kontroversi menjelang pemungutan suara pada akhir pekan ini.
"Hari ini rumah saya dirusak tapi saya tidak akan terintimidasi. Saya akan melanjutkan pekerjaan saya tanpa perasaan takut dan ragu," kata Abdul Rashid kepada Kantor Berita Bernama seperti yang dilansir AFP, Kamis (6/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatalan itu lantaran Abdul Rashid merasa para pihak berwenang akan menyabotase tempat pemungutan suara lewat penggunaan tinta selundupan. Parta-partai oposisi menganggap alasan Abdul Rashid ini sangat menjijikkan.
Abdul Rashid menyatakan serangan cat itu bermuatan politis dan berkaitan dengan isu tinta anti luntur. Dia menyatakan juga telah menerima SMS ancaman dan intimidasi sejak mengumumkan pembatalan tinta anti luntur itu.
"Mereka yang melakukan perbuatan kasar ini pasti kecewa dan menolak untuk menerima alasan-alasan rasional Komisi Pemilihan. Mereka sedang emosional dan tidak menggunakan otak," ujarnya.
(ary/gst)











































