"Kalau IPB mengumumkan merek itu melampaui kewenangan kita," kata Rektor IPB Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto di Kampus IPB Darmaga, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/3/2008) dalam pertemuan itu.
Menurut dia, yang dilakukan IPB sudah benar dengan melakukan riset dan menemukan adanya enterobacter sakazakii. Namun tugas IPB hanya melakukan kajian risiko tidak sampai melakukan manajemen dan komunikasi risiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah itu domainnya pemerintah? "Iya," sahut dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPAI Masnah Sari mengatakan telah terjadi miskomunikasi dan mispersepsi dari publik terhadap riset yang dilakukan IPB.
Oleh karena itu, menurut dia, KPAI akan mengumpulkan semua pihak terkait untuk bersama-sama bicara ke publik dan menjernihkan susu berbakteri ini dalam waktu dekat.
"KPAI akan fasilitasi pertemuan pemerintah, Menkes, BPOM, dan IPB. Kita duduk bersama dan sampaikan apa yang sebenarnya," ujarnya.
Menkes sebelumnya juga menolak mengumumkan merek susu berbakteri. Menurutnya, susu itu sudah ditarik dari pasaran, dan tidak beredar lagi.
(aan/nrl)










































