"Untuk lulusan Desember 2008 hanya 20 orang yang dibiayai APBN. Mereka itu yang akan menjadi instruktur Dephub," ujar Menhub Jusman Syafii Djamal usai pelantikan pilot STPI Curug di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2008).
Menurut Jusman, pilot yang tidak dibiayai APBN, akan dibiayai atas permintaan maskapai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk angkatan 60, menurut Darwis, sebanyak 34 pilot akan diluluskan pada Desember 2008.
Sedangkan untuk mengatasi kelangkaan pilot, STPI menargetkan akan mendidik sekitar 200 orang pada 2009.
"Itu sudah ada beberapa maskapai yang akan mendidik pilotnya di sini. Garuda Indonesia 21 orang, Merpati Nusantara Airlines 40 orang. Sedangkan sisanya yakni Lion Air dan maskapai lainnya," ucap Darwis.
Sebagai konsekuensi menambah jumlah peserta didik pilot, dilanjutkan Darwis, STPI akan mendapatkan dana tambahan dari APBN. Untuk tahun ini dana yang dikucurkan sebesar Rp 600 miliar. Dana itu lebih besar dari tahun lalu yakni Rp 180 miliar.
"Itu untuk belanja rutin dan belanja modal seperti pengadaan simulator, laboratorium, perlengkapan dan pesawat latih. Untuk belanja modal, ada 2 simulator yakni Boeing 737 dan Airbus senilai Rp 160 miliar," jelas Darwis.
Darwis menuturkan, pihaknya juga sudah menerima proposal dari negara asing yang akan menempuh pendidikan di Curug.
"Mereka dari Cina dan India yang masuk ke pendidikan sipil multi engine. Mereka mengajukan proposal, kami siap," kata Darwis.
Pemerintah menganggarkan pembiayaan untuk mendidik satu pilot di Curug sebesar US$ 35-40 ribu.
(nik/nrl)










































