"Lutut saya gemetaran. Saya panas dingin," kata Slamet kepada detikcom, Kamis (6/3/2008).
Slamet saat itu memarkir kendaraannya persis di di ujung samping Kampus Atmajaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet pun memberanikan diri melihatnya. "Pas saya lihat kaca bertebaran dan 2 orang jatuh berlumuran darah. Saya tidak berani mendekat," ujarnya lirih.
Hingga pukul 10.30 WIB, kepolisian belum mengidentifikasi tempat kejadian. Beberapa polisi tampak memantau dari kejauhan. Tower 'gondola maut' masih menggantung. Sedangkan gondalanya yang jatuh dan menewaskan 1 orang itu sudah dievakuasi. (aan/nrl)










































