Di Malaysia, PKS Targetkan 20 % Suara Pemilu 2009

Di Malaysia, PKS Targetkan 20 % Suara Pemilu 2009

- detikNews
Kamis, 06 Mar 2008 02:48 WIB
Jakarta - Pemilu 2009 akan digelar lebih kurang 60 minggu lagi. Semangat untuk memenangkan pesta demokrasi lima tahunan itu tidak saja dirasakan parpol peserta pemilu di tanah air. Sejumlah parpol yang memiliki perwakilan di luar negeri pun turut merasakan.

Perwakilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Malaysia bertekad ikut meramaikan Pemilu 2009 dengan memenangkan 20 persen suara WNI yang tinggal di Negeri Jiran tersebut.

"PKS Malaysia sudah menyatakan kesiapan penuh untuk memenangkan pemilu dengan meraih 20 persen suara di Malaysia," ujar Ketua DPW PKS Malaysia Dr Syarif Junaidi dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (5/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarif mengatakan, Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS di Malaysia telah melaksanakan program sosialisasi kepada seluruh jajaran fungsionaris PIP, kader dan simpatisan PKS di Kajang, Selangor, pada 2 Maret lalu.

Program tersebut untuk sosialisasi amanat-amanat Musyawarah Kerja Nasional PKS yang digelar pada 1-3 Februari lalu di Bali untuk pemenangan pemilu 2009.

"Pencapaian suara ini juga merupakan amanah Munas yang dilakukan Majelis Syuro PKS tahun 2005," tambahnya.

Untuk terpenuhi target ini, Syarif melanjutkan, PIP dengan dikomandoi badan pemenangan pemilu (sekarang Tim Pemenangan Pemilu) telah merancang program-program besar yang melingkupi sosialisasi pemilu, pendulangan suara dan pengamanan suara yang akan diimplementasikan sampai pemilu 2009 dilakukan.

Selain target perolehan suara, Syarif mengatakan, PKS Malaysia akan membantu KBRI yang merupakan mitra kerja PIP. Program ini dilakukan karena pemerintah Indonesia merupakan mitra kerja PKS, dan disisi lain KBRI juga merupakan perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia.

Untuk mensukseskan program tersebut, dia mengatakan, PKS Malaysia bertekat untuk mengoptimalkan total diplomacy, baik oleh kader maupun fungsionari. Targetnya, perubahan persepsi serta keberpihakan pemerintah, ruling party dan masyarakat Malaysia terhadap PKS dan bangsa Indonesia.

Karena itu, menurutnya, total diplomacy ini tidak akan berhasil tanpa bantuan KBRI yang merupakan mitra kerja PIP PKS Malaysia.

"Karena seperti kebijakan Deplu RI bahwa tugas diplomasi saat ini bukan saja bersifat first track diplomacy (government to government) atau second track diplomacy (government to people) saja, tapi juga people to people diplomacy. Disinilah posisi PKS Malaysia," tandas Syarif.
(ram/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads