"Urip itu memang kurang ajar!" kata Jampidsus Kemas Yahya Rahman usai raker dengan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2008) dini hari.
Kemas tidak bisa menyimpan ekspresi kesal bercampur kecewanya. Apalagi, apa yang dilakukan Urip, mau tidak mau menyeret-nyeret namanya. Maklum, Urip adalah anak buah Kemas. Apalagi Urip diduga tidak sendiri. Artinya, uang dugaan suap kasus BLBI sebesar Rp 6 miliar yang diterimanya dari Artalyta Suryani, tidak dinikmatinya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu hasil pemeriksaanlah. Jangan menduga-duga dulu. Kalau mengikuti duga-dugaan waduh pusing kita," cetus dia.
Meski mengikuti raker yang lamanya tak kurang dari 14 jam itu, Kemas mengaku tidak lelah. "Nggak (capek), biasa. DPR luar biasa ya, kuat," kata dia sembari tersenyum. (nvt/ptr)











































