Kapolri Diminta Copot Oknum Polda Riau yang Jadi Beking

Penyelundupan di Riau

Kapolri Diminta Copot Oknum Polda Riau yang Jadi Beking

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2008 17:42 WIB
Pekanbaru - Pengusutan kasus mafia penyelundupan di Riau tidak cukup dengan pencopotan Kapolsek Tenayan. Mabes Polri juga harus berani mengusut dugaan keterlibatan perwira polisi di Polda Riau.
 
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau, Djuharman Arifin saat ditanya detikcom mengenai pencopotan Kapolsek Tenayan Raya, Iptu Ardfinal.
 
Menurut Djuharman, Iptu Ardinal tidak mungkin bekerja sendirian. Dia juga tidak akan pura-pura tutup mata terhadap penyelundupan di Pekanbaru tanpa 'restu' dari atasannya.

"Jangan-jangan selama ini Kapolsek Tenayan Raya juga memberikan setoran ke atasannya, baik di Poltabes Pekanbaru maupun di Polda Riau. Ini dugaan saja. Kasus penyelundupan ini pastinya banyak oknum di Polda Riau yang terlibat," kata politikus PAN ini.
 
Karena itu, DPRD Riau mendesak Kapolri Jendral Sutanto untuk mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan anggota Polda Riau. Selama ini penyelundupan di sepanjang sungai Siak sudah menjadi rahasia umum. Apa lagi penyelundupan di Pekanbaru sudah tergolong besar dengan omset ratusan miliar rupiah.
 
"Itu artinya, tingkat pembeking bukan lagi sekelas Kapolsek. Ini pasti melibatkan banyak pihak oknum-oknum periwra di Polda Riau. Kita merasa aneh, dalam kasus ini kalau hanya Kapolsek yang dikorbankan, pucuk pimpinan polsek juga harus dicopot," kata Djuharman.
 
Djuharman menjelaskan, penyelundupan di perairan sungai Siak, tentulah banyak instantasi yang terlibat. Misalkan saja, sebelum kapal-kapal membongkar muatan di pelabuhan tikus di Pekanbaru, tentulah harus melawati Polres Siak. Mustahil para intel Polres Siak tidak mengetahui ada aktivitas penyelundupan.
 
"Makanya dalam kasus ini sudah menjadi mata rantai yang saling terkait, mulai Polsek sampai kepucuk pimpinannya. Kita mendesak Kapolri segera mencopot petinggi di Polres, Poltabes, Polda Riau yang terbukti terlibat dalam kasus ini," kata Djuharman.

Sementara itu, sumber detikcom menyebutkan, untuk menelusuri keterlibatan oknum-oknum periwira Polres Siak,  Poltabes Pekanbaru dan Polda Riau, kini tim Irwasum dari Mabes Polri yang dipimpin bintang satu tengah melakukan penyelidikan interen di Riau.
 
Isu yang beredar, posisi sejumlah perwira yang menduduki jabatan penting di Polda Riau mulai goyang. Jabatan penting itu setingkat Direktur. Sedangkan di Poltabes Pekanbaru, setingkat Kasat. Hal yang sama juga bakal terjadi di di Polres Siak. (cha/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads