PPP: Wajar! Situasi Panas Jelang Pemilu 2009

PPP: Wajar! Situasi Panas Jelang Pemilu 2009

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2008 17:34 WIB
Jakarta - Pernyataan Presiden SBY mengenai situasi politik menjelang pemilu 2009 semakin memanas ditanggapi beragam di DPR. Masalah situasi memanas ini dianggap sebagai hal yang wajar sehingga tidak perlu didramatisir.

"Itu biasa dari dulu menjelang pemilu situasi suhu politik terus meningkat. Karena persaingan politik yang semakin meningkat di antara para elit. Jadi biasa saja menanggapinya," kata Ketua DPP PPP Arief Mudatsir Mandan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/3/2008).

Menurut Arief, situasi politik 2009 tidak akan berpengaruh banyak kepada rakyat sebagaimana yang dilontarkan SBY. Karena saat ini rakyat lebih berpikir kebutuhan dasar, seperti makan dan kebutuhan pokok lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini perekonomian kan semakin sulit. Sementara bencana terjadi di mana-mana. Rakyat akan berpikir bagaimana memenuhi kebutuhannya. Bukan malah ikut-ikutan berpolitik," imbuh Arief.

Sementara itu Ketua FPKS Mahfudz Siddiq menilai panasnya suhu politik diawali sejak pilkada digelar di daerah-daerah, tidak hanya menjelang pemilu 2009.

Yang perlu dicemaskan pemerintah adalah menteri-menteri yang masih menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Bersatu. Karena, dikhawatirkan kerjanya tidak fokus akibat konsentrasi mengurus partai menjelang pemilu 2009.

"Panasnya suhu politik sudah dimulai sejak pilkada. Yang patut dicemaskan adalah kabinet terbengkalai akibat ditinggal para menteri yang berasal dari parpol yang sibuk mengurusi persiapan pemilu 2009," kata dia.

Mahfudz menambahkan, kecemasan itu patut diwaspadai mengingat dalam Kabinet Indonesia Bersatu terjadi koalisi besar dari partai-partai, presiden dan wapres berasal dari parpol yang berbeda. Sementra para menterinya berasal dari parpol yang berbeda. "Bahkan di antara mereka itu ketua umum partai," pungkas dia.

Sebelumnya situasi politik makin panas menjelang Pemilu 2009. Presiden SBY meminta masyarakat jangan gamang. (mly/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads