RI Belum Bisa Keluar dari Larangan Terbang Dalam Waktu Dekat

RI Belum Bisa Keluar dari Larangan Terbang Dalam Waktu Dekat

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2008 16:47 WIB
Jakarta - Koordinator Kemitraan RI-UE untuk Keselamatan Penerbangan, Jean Pierre Ambrosini, datang ke Indonesia untuk mengawasi upaya peningkatan keselamatan penerbangan. Namun nampaknya Indonesia belum bisa keluar dari larangan terbang dalam waktu dekat.

"Beliau (Ambrosini-red) mengatakan waktu yang tepat untuk Indonesia setelah dia pelajari pada bulan Juli. Jadi dia tidak menjanjikan pada bulan April bisa dipercepat proses itu," kata Menhub Jusman Syafii Djamal di Dephub Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2008).

Pernyataan Ambrosini itu menjawab permintaan Menhub Jusman Syafii Djamal tentang larangan terbang di Indonesia agar dibahas pada Sidang Dewan Keselamatan Penerbangan UE 17 April 2008. Sebab, Ambrosini mengatakan, hanya punya waktu dua minggu untuk menyusun laporan. "Tidak mungkin dalam waktu dua minggu dapat memberikan rekomendasi," tambah Jusman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ambrosini yang bekerja selama 6 bulan ini, akan memverifikasi data peningkatan keselamatan penerbangan dari 4 maskapai yang diprioritaskan masuk jalur cepat keluar dari larangan terbang. Keempatnya adalah Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Prime Air dan Air Fast.

Laporan yang akan dibuat Ambrosini ada dua. Laporan itu adalah pengamatan dan rekomendasi terhadap peningkatan kemampuan Ditjen Perhubungan Udara dalam melakukan pengawasan. Selain itu, laporan tentang upaya maskapai untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.

"Saya bilang ke dia kedatangannya merupakan sinar di ujung terowongan. Saya harap sinar itu bukan dari kereta api yang menabrak kita," kata Jusman.

(mar/nrl)


Berita Terkait