Semburan tersebut pertama kali diketahui oleh Darmin, warga setempat, sekitar pukul 08.00 WIB. Dia melihat ada gelembung air yang muncul terus menerus di selokan di dekat rumahnya.
Dia sempat tidak menghiraukan hal tersebut. Namun lama kelamaan, gelembung air yang muncul semakin sering dan besar. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi munculnya gelembung air itu dia juga mencium bau mirip gas elpiji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga menutup lokasi semburan gas itu dengan lempengan besi. Mereka juga meminta orang-orang yang berada di sekitar lokasi semburan untuk tidak menyalakan api.
Kepala Desa Kenanga, Kasan Basari, mengatakan pihaknya telah mengambil contoh air dan lumpur di lokasi semburan. Contoh tersebut akan dibawa ke laboratorium Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup Indramayu untuk diteliti lebih lanjut.
"Kami juga mengantisipasi agar semburan gas liar ini tidak berdampak negatif pada warga. Banyak warga khawatir semburan akan membesar seperti di Sidoarjo," ungkap Kasan. (djo/nrl)











































