Menurut Kalapas Cipinang Haviludin, pihaknya menghasilkan sampah 500 kg, padahal kapasitas olahnya 2 ton. Sehingga digaetlah Dinas Kebersihan DKI Jakarta.
"Sisanya kita datangkan dari Pasar Kramat Jati. Kita sudah lakukan 1 bulan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil kompos, selain digunakan internal, juga akan dilepas ke pasaran. Mereknya pun terdengar trendi.
"Kita namakan Halipas. Singkatan dari Hasil Limbah Permasyarakatan," ujarnya.
Haviludin menjelaskan, pihaknya menyediakan bahan baku dan tenaga kerja. Sedangkan untuk instruktur dan mesin pengolahnya dari Yayasan Pemulihan Insani Indonesia.
Pada acara tersebut dilakukan penandatanganan kerjasama oleh Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiyono. Setelah itu dilanjutkan penyerahan simbolis alat-alat pengolahan seperti gerobak sorong dan tempat sampah dari Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Baruna ke Kalapas Cipinang Haviludin. (gah/umi)










































