Jaksa Agung: Terlalu Besar Rp 6 Miliar Untuk Seorang Jaksa

Jaksa Agung: Terlalu Besar Rp 6 Miliar Untuk Seorang Jaksa

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2008 11:18 WIB
Jakarta - Jaksa Agung Hendarman Supandji ragu apakah jaksa Urip Tri Gunawan menerima dana itu Rp 6 miliar sendirian. "Karena uang Rp 6 miliar itu banyak sekali bagi seorang jaksa," ungkap Hendarman.

Hendarman menyatakan, 35 jaksa yang memeriksa kasus BLBI kompak menyatakan tidak ada perbuatan melawan hukum sehingga kasusnya dihentikan. Namun, keputusan penghentian itu disalahgunakan jaksa Urip Tri Gunawan.

"35 Anggota tim jaksa di depan saya menyatakan belum dapat menemukan pelanggaran hukum BLBI I dan II. Walaupun kerugian negara itu ada," ujar Hendarman di hadapan Komisi III DPR saat raker di Gedung DPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (5/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pernyataan 35 anggota tim jaksa itu, maka Hendarman berkesimpulan, penyelidikan perkara ini belum bisa ditingkatkan ke penyidikan.

Namun sebelum memutuskan Hendarman kembali bertanya kepada 35 jaksa. "Saya tanya lagi ke-35 jaksa itu, apakah di antara kalian semua ada beda pendapat. Tapi semua menyatakan belum menemukan perbuatan melawan hukum," tegas Hendarman.

"Atas dasar itulah saya hentikan. Sebab kalau diperpanjang tidak ada kepastian hukum," tambah Hendarman.

Namun, kata Hendarman, justru salah satu anggota tim jaksa malah menyalahgunakan keputusan itu. "Ternyata yang sangat kecewa dan menyakitkan hati saya, tertangkapnya UTG karena menerima dana dari seseorang yang ada kaitannya dengan BDNI. Jadi keputusan yang diambil disalahgunakan oleh UTG (Urip Tri Gunawan). Itu kesimpulan saya sementara," tambah Hendarman.

Hendarman juga ragu apakah jaksa Urip menerima dana itu sendirian. "Apakah memang perbuatan itu dilakukan sendiri. Karena uang Rp 6 miliar itu banyak sekali bagi seorang jaksa," ungkapnya.

"Sjamsul saja dipanggil belum pernah datang tapi kenapa jaksanya malah ke rumah. Saya perintahkan Jamwas untuk memeriksa secara internal," kata Hendarman. (mar/umi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini