Meski Kulit Makin Hitam, Obama Kalahkan Hillary di Vermont

Meski Kulit Makin Hitam, Obama Kalahkan Hillary di Vermont

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2008 11:30 WIB
Vermont - Sebuah iklan yang diduga dipasang oleh tim kampanye Hillary Clinton menampilkan rivalnya, Barack Obama dengan kulit yang lebih hitam dari aslinyaยท Meski demikian, Obama tetap meraih kemenangan dalam pemilu pendahuluan di negara bagian Vermont, AS.

Obama meraup 12 delegasi tambahan di Vermont, salah satu negara bagian yang menggelar pemilu pendahuluan pada Selasa 4 Maret kemarin. Selain Vermont, pemilu pendahuluan juga digelar di Ohio, Texas, dan Rhode Island.

Tim kampanye Hillary dituduh membuat sebuah iklan yang menampilkan sosok Obama yang berlebihan. Dengan sengaja, kulit Obama ditampilkan lebih hitam. Demikian dilansir Herald Sun dari The Daily Telegraph, Rabu (5/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam situs DailyKos, dua potongan foto itu lantas diperbandingkan. Foto yang kontroversial itu disandingkan dengan foto saat Obama mengikuti debat capres di Cleveland, pekan lalu.

Namun, juru bicara Hillary, Jay Carson membantah foto yang disandingkan di situs DailyKos itu. "Kami tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas itu bukan iklan dari kami," ujarnya.

Carson menilai, kalaupun ada perubahan tampilan yang membuat warna kulit berubah, hal itu sebagai proses yang wajar dalam editing sebuah iklan. Hillary, lanjut dia, juga mengalaminya dan tidak ada motif tersembunyi.

Meski demikian, kubu Obama tidak menyampaikan tanggapan soal kulit menghitam dalam iklan ini.

McCain Melaju

Sementara itu, suara mayoritas di kubu Republik akhirnya digenggam sepenuhnya Senator John McCain. Rivalnya, Mike Huckabee mengakui kekalahannya dari pertarungan capres Republik. Huckabee menyatakan mundur.

Mantan Gubernur Arkansas itu lantas mengucapkan selamat kepada McCain dan menyatakan komitmennya untuk mendukung senator Arizona berusia 71 tahun itu.

"Tidak hanya ucapan selamat, tetapi juga komitmen untuknya, dan untuk partai kami yang melakukan segalanya yang memungkinkan untuk menyatukan kami. Namun yang lebih penting adalah untuk menyatukan negeri ini, sehingga kita bisa menjadi suatu bangsa seperti yang kita inginkan. Tidak hanya untuk kita, tetapi juga untuk generasi mendatang," urai Huckabee.
(fiq/ana)


Berita Terkait