Ratusan warga tersebut tiba di kantor Pemkab Klaten, Jl Pemuda, Klaten, Jawa Tengah, sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (5/3/2008). Mereka datang dengan menggunakan mobil dan sejumlah sepeda motor.
Warga Desa Kurung ini mendesak Pemkab Klaten mengambil tindakan tegas terhadap Sumantri. Mereka menilai, perbuatan Sumantri sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala desa.
"Kasus ini harus diusut tuntas. Perbuatan Sumantri tidak bisa ditolerir. Pecat kades yang bermental bejat!" ujar seorang warga dalam orasinya.
Dalam aksinya, warga juga membawa sejumlah spanduk dan poster yang antara lain bertuliskan 'Pecat Kades Penjahat Kelamin', serta 'Aku Kira Satria Ternyata Dasamuka'. Spanduk dan poster itu dibentangkan di depan pagar kantor Pemkab Klaten.
Hingga pukul 10.00 WIB, belum ada perwakilan warga yang diterima oleh pihak Pemkab Klaten. Aksi warga ini mendapat pengawalan sejumlah anggota Satpol PP dan polisi.
Tindakan bejat Sumantri terungkap setelah video yang berisi adegan mesumnya bersama AL beredar di masyarakat. Sumantri saat ini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Saat diperiksa polisi, Sumantri mengaku telah 'membeli' AL seharga Rp 200 ribu tiap bulannya. Uang itu diserahkan Sumantri kepada ibu kandung korban. Polisi masih menyelidiki kebenaran pengakuan Sumantri tersebut. (djo/nrl)











































