Remaja yang rutin sarapan memang mendapat kalori lebih banyak tetapi berat badan mereka lebih kurang daripada mereka yang tidak sarapan.
"Penelitian ini menunjukan remaja yang melewatkan sarapan berpotensi bertambah berat badannya dan beresiko lebih tinggi mengalami obesitas," ujar Peneliti dari Universitas Minnesota, Dr Mark Pereira, seperti dilansir AFP, Rabu (5/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penelitian atas 2.200 remaja, ditemukan fakta bahwa yang mengawali hari mereka dengan sarapan mendapat lebih banyak kalori, karbohidrat, dan serat melebihi yang dibutuhkan perharinya daripada mereka yang melewatkan makan pagi. Namun dengan perut yang kenyang itu, membuat mereka lebih banyak melakukan aktivitas.
Sehingga, penelitian ini juga membuktikan, berat badan mereka yang rutin sarapan lebih rendah dari rekan mereka yang menghindari sarapan.
Penelitian EAT ini meneliti 2.200 remaja dalam waktu lima tahun terakhir. Hasil dari penelitian EAT ini dipublikasikan dalam edisi Maret Pediatrics yang merupakan jurnal American Academy of Pediatrics (AAP). (rdf/aba)











































