"Sudah melebar ke BII dan sudah kita tahan karyawannya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pengamanan," kata Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Indradi Thanos di Kantornya, di BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (4/3/2008).
Para tersangka itu yakni Kepala Bagian Data Aries Satyo Budi, Bagian Otorisasi Kardiman, dan dari bagian Risk Management Deni Hamdani. Selain itu ditangkap pula Direktur PT Startec, Adi Laksono yang merupakan penyedia sistem jaringan untuk BII.
Pola yang digunakan yakni Aries menjual data dari terminal ke Kardiman dan selanjutnya di oper ke Deni. "Dan Deni menjualnya ke ED (buron), seorang mantan karyawan BII yang sudah berhenti sejak 2 tahun lalu," timpal Kanit III Narkoba Kombes Pol M Hasan Amrozi.
Menurut Amrozi, ED inilah yang menyupalai data ke BS (buron) yang merupakan bagian dari jaringan internasional. "Kedua orang ini sedang kita kejar," tambah Amrozi.
Adapun kartu yang banyak digandakan yakni milik orang asing yang pernah bertransaksi di Indonesia. Kebanyakan dari AS, Australia, dan Timur Tengah.
Aries mencuri data sejak 2002 hingga 2005, namun polisi menemukan bahwa data di komputer tersangka hingga 2006. "Sekali sedot sampai 3.000 data, dan dijual Rp 300-500 ribu," tambahnya.
Kini para tersangka telah ditahan di Polda Metro Jaya. "Kita juga sedang mengendus di bank lainnya," tutup Indradi Thanos. (ndr/aba)










































