Upacara penyematan stola (medali) gelar kehormatan yang prestisius dan megah dari pemerintah kota wisata Stavelot, Belgia, itu dihadiri oleh para anggota Dewan Kehormatan Komite Confrerie Blancs Moussis kota Stavelot, demikian seperti disampaikan Korfungsi Pensosbud PLE Priatna kepada detikcom hari ini, Selasa (4/3/208).
Selain itu pada upacara yang berlangsung Minggu (2/3/2008) itu juga hadir Wakil Perdana Menteri Belgia Didier Reynders dan Wakil Ketua/Anggota Parlemen Federal Belgia Melchior Wathelet.
Nadjib mendapat gelar kehormatan tersebut karena dinilai telah berjasa besar bagi pengembangan kerjasama pariwisata, pelestarian budaya dan tradisi kesenian rakyat, dalam bentuk kegiatan kemasyarakatan yang bermanfaat bagi upaya persaudaraan, saling memahami dan menghormati bagi terwujudnya perdamaian bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadjib yang menduduki posnya mulai Januari 2007 merupakan orang Indonesia pertama dan warga Asia kedua yang menerima gelar ini. Sebelumnya gelar serupa jatuh ke tangan Dubes Republik Rakyat Cina untuk Uni Eropa Wemin Zhang (2007).
Bersama Nadjib, tahun ini ada 6 tokoh lainnya yang mendapat gelar bangsawan ksatria kehormatan: Melchior Wathelet (anggota Parlemen Belgia), Jean Jacques Strijp (Sekjen Asosiasi Pemegang Gelar Kehormatan Kerajaan Belgia), Robert Haenecour (Ketua Bank Sentral Provisi Liege ), Marcel de Krosse (dokter warga Belanda), Robert Eyben (dokter Belgia), dan Antoine Ledoux (dokter hewan dari Belgia)
Sejak tahun 1949, komite Confrerie de Folklorique de Blance Moussis kota Stavelot telah menganugerahkan sekitar 300 medali gelar kehormatan kepada warga Belgia maupun warga asing, yang dianggap berjasa bagi pengembangan pariwisata, kesenian rakyat dan perdamaian bagi warga Stavelot.
Gelar kehormatan langka dan bergensi ini diberikan untuk menghargai para tokoh yang telah membantu pengembangan tradisi dan kesenian rakyat sebagai bagian dari industri kepariwisataan yang bermutu dan bermartabat.
(es/es)











































