"Berita Anda salah besar soal Artalyta Suryani. Saya tidak pernah usulkan dia masuk PKB," kata Yenni dengan tegas dalam pesan singkatnya yang diterima detikcom, Selasa (4/3/2008) pukul 19.40 WIB.
Yenni tidak bisa berkomunikasi banyak, karena sedang berada di London, Inggris. "Maaf saya baru sampai di Inggris untuk seminar, setelah 26 jam di pesawat," kata Yenni dalam SMSnya.
detikcom telah mencoba menghubungi Yenni kembali untuk meminta penjelasan lebih detil mengenai hal ini, namun tidak tersambung. HP Yenni dialihkan ke asisten pribadinya. Menurut asisten, Yenni baru kembali ke Indonesia 8 Maret 2008.
Yenni mengklarifikasi berita mengenai sumber di DPP PKB bahwa Artalyta Suryani masuk ke PKB setelah dibawa Yenni. Dalam website PKB, sebelum kemudian dihapus, nama Artalyta Suryani tertulis sebagai bendahara umum.
Posisi Artalyta Suryani sendiri sudah dijawab oleh Ketua Dewan Syuro DPP PKB Arifin Junaidi. Dia membenarkan bahwa Suryani pernah diusulkan menjadi bendahara umum PKB. Namun, di kemudian hari, Artalyta mengaku tidak bersedia.
Artalyta Suryani merupakan tersangka suap Rp 6 miliar kepada Kepala Penyelidikan BLBI II Jaksa Urip Tri Gunawan. Artalyta Suryani merupakan orang dekat bos Gajah Tunggal, Sjamsul Nursalim. (asy/aba)











































