Hal itu diungkapkan mantan Ketua MPR Amien Rais usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor (HC) kepada Rendra di Balai Senat UGM, Bulaksumur Yogyakarta, Selasa (4/3/2008).
"Kalau saya ikut menguji nilanya A plus. Karena sangat akademis dan relevan dengan keadaan sosial politik saat ini," kata Amien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sesungguhnya pidato Pak Rendra itu sebuah jeweran besar untuk pemerintah sekarang ini. Demikian merunduk dan tiarap di depan kepentingan asing, sehingga dengan mudah menjual kepentingan nasional atau aset bangsa kepada pihak asing," tegas Amien.
Menurut Amien, Kalatida itu zaman krisis. Sedangkan Lalabendu itu zaman musibah berkepanjangan sehingga kalau tidak lekas dimunculkan kepemimpinan alternatif, akan mengakibatkan zaman Kalabendu berkepanjangan. Dengan demikian akan menghambat munculnya zaman kalasuba (zaman Kemakmuran).
Kalasuba itu adalah antitesis dari kalatida dan kalabendu. Masyarakat diisyaratkan jangan sampai putus asa karena masa itu pasti akan datang.
"Cuma jangan sampai Kalasuba yang timbul dari masalah chaos. Hal itu justru memunculkan kepemimpinan yang diktator dan otoriter. Namun soal munculnya ratu adil, Walahualam. Tanya sendiri sama Pak Rendra," pungkas Amien. (bgs/djo)











































