Amien: Rendra Sindir Pemerintah yang Tiarap di Depan Asing

Amien: Rendra Sindir Pemerintah yang Tiarap di Depan Asing

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2008 16:10 WIB
Yogyakarta - Pidato WS Rendra dalam penganugerahan gelar Doktor HC terhadap dirinya pantas mendapat nilai A plus. Sebab, pidato tersebut sangat akademis dan relevan dengan kondisi sosial politik saat ini.

Hal itu diungkapkan mantan Ketua MPR Amien Rais usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor (HC) kepada Rendra di Balai Senat UGM, Bulaksumur Yogyakarta, Selasa (4/3/2008).

"Kalau saya ikut menguji nilanya A plus. Karena sangat akademis dan relevan dengan keadaan sosial politik saat ini," kata Amien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amien mengatakan, dalam pidato Rendra itu mengingatkan sesungguhnya sejarah berulang kembali. Pada zaman dulu Jawa cepat dijajah kompeni, karena rajanya bersekongkol, bermitra atau melakkan kolusi dengan asing. Dalam  pemerintahan sekarang ini tampaknya berulang lagi, seperti duplikat dari masa lalu.

"Jadi sesungguhnya pidato Pak Rendra itu sebuah jeweran besar untuk pemerintah sekarang ini. Demikian merunduk dan tiarap di depan kepentingan asing, sehingga dengan mudah menjual kepentingan nasional atau aset bangsa kepada pihak asing," tegas Amien.

Menurut Amien, Kalatida itu zaman krisis. Sedangkan Lalabendu itu zaman musibah berkepanjangan sehingga kalau tidak lekas dimunculkan kepemimpinan alternatif, akan mengakibatkan zaman Kalabendu berkepanjangan. Dengan demikian akan menghambat munculnya zaman kalasuba (zaman Kemakmuran).

Kalasuba itu adalah antitesis dari kalatida dan kalabendu. Masyarakat diisyaratkan jangan sampai putus asa karena masa itu pasti akan datang.

"Cuma jangan sampai Kalasuba yang timbul dari masalah chaos. Hal itu justru memunculkan kepemimpinan yang diktator dan otoriter. Namun soal munculnya ratu adil, Walahualam. Tanya sendiri sama Pak Rendra," pungkas Amien. (bgs/djo)


Berita Terkait