Para warga yang tergabung dalam Konsorsium Warga Miskin Kota ini tiba di Kantor Walikota Makassar, Jl Balaikota, Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 10.00 Wita, Rabu (4/3/2008).
Para demonstran menilai, Pemkot Makassar bertanggung jawab terhadap kasus kelaparan yang menyebabkan kematian Basse (27) dan putranya Bahir (5). Kejadian tersebut merupakan bentuk penelantaran warga miskin oleh Pemkot Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembagian beras untuk keluarga miskin (raskin) selalu tidak tepat sasaran. Selain data BPS yang kacau, juga karena pemkot selalu menilai warga miskin sebagai warga musiman. Padahal baik musiman atau tidak, warga miskin wajib mendapatkan raskin," ujar seorang demonstran dalam orasinya.
Warga juga mendesak diizinkan bertemu langsung dengan Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajudin. Namun hingga hampir 3 jam berunjuk rasa, keinginan tersebut tidak juga dikabulkan.
Warga sempat terlibat aksi saling dorong dengan Satpol PP dan sejumlah polisi ketika berniat memaksa masuk ke dalam halaman Balaikota Makassar. Beruntung peristiwa tersebut tidak berujung bentrokan antar kedua kelompok. (djo/nvt)











































