Artalyta Suryani Diajak Yenny Wahid Masuk PKB

Artalyta Suryani Diajak Yenny Wahid Masuk PKB

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2008 09:41 WIB
Jakarta - Ditetapkannya Artalyta Suryani sebagai tersangka oleh KPK atas penyuapan Jaksa Urip Tri Gunawan tidak saja membuat institusi Kejaksaan Agung kebakaran jenggot. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun ikut kebagian getah pahitnya.

Sebab, nama Artalyta masih tercatat dalam situs resmi DPP PKB sebagai bendahara umum partai berlambang sembilan bintang dan bola dunia tersebut.

Sumber detikcom di internal DPP PKB menyebutkan, masuknya Artalyta dalam jajaran pengurus PKB melalui jalur Sekjen PKB Zannuba AC Wahid alis Yenny Wahid dan Wakil Bendahara Aris Junaidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dengar dulu yang mengajak Artalyta itu adalah Mas Aris dan Mbak Yenny. Kalau motifnya saya tidak tahu. Mungkin karena Artalyta itu banyak jaringannya. Jadi cocok," ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya ini kepada detikcom, Selasa (4/3/2008).

Menurut sumber tersebut, masuknya Artalyta ke dalam PKB setelah rapat pleno DPP PKB memberhentikan Erman Suparno sebagai bendahara umum setelah dia diangkat menjadi Menakertrans oleh Presiden SBY.

Alasan pemberhentian Erman juga karena DPP PKB tidak menghendaki rangkap jabatan yang rawan dengan conflict of interest.

"Saya lupa tanggal rapatnya, tapi yang jelas masuknya Artalyta ini setelah Pak Erman dicopot karena diangkat jadi menteri SBY. Untuk mnghindari konflik kepentingan," ujarnya.

Saat ditanya apakah Gus Dur ikut menyetujui, sumber tersebut mengatakan, saat itu rapat pleno DPP PKB yang dipimpin Gus Dur dapat menerima pergantian Erman oleh Artalyta.

"Itu saja yang saya tahu. Pastinya saya tidak tahu Artalyta sudah mundur atau belum. Tapi kan yang jelas dia sudah ditetapkan sebagai bendahara umum," tandasnya.

Artalyta tertangkap tangan bersama Jaksa Urip ketika sedang melakukan transaksi suap di sebuah rumah mewah milik Sjamsul Nursalim di Jl Hang Lekir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Minggu 2 Maret lalu. Uang suap tersebut sebesar US$ 660 ribu atau senilai dengan Rp 6 miliar.

Artalyta juga menjadi Wakil Komisaris Utama di Indonesia Prima Properti Tbk yang 90,09 persen sahamnya dikuasai oleh First Pacific Capital Group milik Grup Salim (Liem Sie Liong dan Anthony Salim).

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan, Artalyta yang biasa dipanggil Ayin atau Aying, telah mundur sebagai bendahara umum PKB dengan alasan sibuk berbisnis.

Sedangkan ponsel Yenny Wahid dan Aris Junaidi tidak diangkat saat ditelepon detikcom. (rmd/nrl)


Berita Terkait