Beberapa pengurus DPP PKB yang berhasil dihubungi detikcom, membantah jika Artalyta merupakan bendahara umum PKB. Ketua DPP PKB Hermawi F Taslim mengatakan, Artlyta bukanlah bendahara umum PKB sebagaimana yang tercantum dalam situs resmi partai tersebut.
"Dia bukan lagi bendahara umum PKB. Situs itu memang sudah lama tidak di-update," ujar Hermawi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (4/3/2008).
Hermawi mengungkapkan, DPP PKB memang pernah menetapkan Artalyta untuk menduduki posisi bendahara umum di partai pimpinan Muhaimin Iskandar tersebut. Namun 2 hari setelah ditetapkan, Artalyta memilih mengundurkan diri dengan alasan tidak mampu untuk mengemban tugas dan peran sebagai pengurus partai. Sebab dirinya adalah pengusaha yang tidak terbiasa dengan dunia politik.
Namun Hermawi enggan menjelaskan, bagaimana bisa muncul nama pengusaha yang dekat dengan keluarga Grup Salim itu untuk direkomendasikan masuk dalam jajaran pengurus PKB.
"Saya tidak tahu siapa yang rekomendasikan dia. Saya dan Aris Junaedi (Wakil Bendahara DPP PKB) hanya ditugasi untuk menjelaskan tugas dan peran bendahara umum PKB," cetusnya.
Ungkapan serupa juga dikatakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKB Mahfud MD yang mengaku tidak mengenal sosok Artalyta. "Setahu saya bendahara umum masih dipegang Pak Erman Suparno. Dan tidak pernah digantikan. Saya tidak pernah mendengar nama Artalyta," imbuhnya.
Namun penjelasan agak berbeda disampaikan Ketua DPP PKB lainnya Nursyahbani Katjasungkana. Menurut Nursyahbani, dirinya memang pernah mendengar pengganti Erman Suparno untuk menduduki jabatan bendahara umum PKB.
"Saya memang pernah mendengar, dia dipanggil Bu Aying. Tapi tidak tahu persis apakah yang dimaksud adalah Artalyta. Karena saya belum pernah ketemu langsung dengan dia," katanya.
Nursyahbani mengatakan, tempat kediaman Artalyta dekat dengan rumah Sigid Haryo Wibisono, salah seorang pengurus pusat PKB, di kawasan Kebayoran Baru.
Menurut sumber detikcom di internal DPP PKB, nama Artalyta muncul bersamaan dengan masuknya Sigid Haryo Wibisono dalam jajaran kepengurusan pusat PKB. Bahkan nama Artalyta merupakan rekomendasi dari Sigid.
Sementara Sekjen PKB Yenny Wahid belum bisa dihubungi. Ponselnya tidak diangkat, pesan singkat tidak dibalas. (rmd/nrl)











































