Cukup mengherankan! Politisi sekelas Mahfud MD mengaku tidak tahu bahwa bendahara umum DPP PKB adalah Artalyta Suryani. Di mata Mahfud, bendahara umum masih dijabat Erman Soeparno. Padahal, posisi Mahfud MD di DPP PKB adalah sebagai ketua.
Apakah Mahfud tidak pernah dikoordinasikan mengenai masuknya sebagai Artalyta sebagai bendahara umum PKB? Pertanyaan yang perlu dimunculkan, mengapa seorang pimpinan parpol tidak mengetahui jajaran pengurus terasnya. Bendahara umum merupakan termasuk jajaran penting di kepengurusan partai politik.
Hingga saat ini, belum ada satu pun pengurus PKB yang bisa dikonfirmasi apakah Artalyta Suryani yang menjadi bendahara umum PKB itu adalah tersangka penyuapan Rp 600 miliar kepada jaksa BLBI II, Urip Tri Gunawan atau tidak. Namun, dilihat dari kebiasaan parpol yang menempatkan pengusaha di posisi bendahara umum, bisa jadi Artalyta yang dimaksud adalah Artalyta yang ditahan KPK yang merupakan orang dekat Sjamsul Nursalim.
Informasi yang didapatkan detikcom, Selasa (4/3/2008), Artalyta memang orang baru yang masuk ke jajaran DPP PKB. Artalyta masuk setelah masuknya Sigid Haryo Wibowo sebagai anggota Dewan Syuro DPP PKB, yang sempat menjadi kontroversi.
Artalyta masuk ke jajaran pengurus DPP PKB menggantikan Erman Soeparno sebagai bendahara umum DPP PKB. Erman diganti karena menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans). Di DPP PKB, pengurus DPP PKB tidak boleh merangkap jabatan di eksekutif.
Kasus yang sama terjadi pada diri Lukman Edy yang dipercaya SBY sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal. Jabatan Sekjen yang dulu dipegang Edy harus diganti orang lain. Dan akhirnya Zannubah Arifah Chafsoh (Yenny) Wahid yang didapuk menjadi sekjen.
Hingga pukul 07.16 WIB, meski Mahfud telah membantah bendahara umum dipegang Artalyta Suryani, namun nama Artalyta belum terhapus juga dalam daftar pengurus DPP PKB.
(asy/asy)











































