Copet-copet profesional ini terorganisir rapi. Dalam satu gang, mereka biasanya beranggotakan empat hingga enam anggota. Setiap anggota berperan berbeda-beda. Ada yang bagian menjadi penumpang, kemudian dua orang mengaku menjadi korban kejahatan calon target serta lainnya eksekutor.
"Aksinya sangat rapi. Pelakunya tidak pernah kapok dipenjara," ujar Kanit Serse Polsek Kebayoran Baru, Ipda Dian Indra di Markasnya, Jalan Kyai Maja 1 Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiganya sekitar pukul 15.30 WIB beraksi di kawasan macet Jakarta Selatan, Jalan Kyai Maja.
Pertama-tama, Irwan dan Supri naik Metromini S 74 jurusan Rempoa-Blok M. Setelah menentukan target penumpang, Agung Syahputra (18), mahasiswa yang tinggal Bintaro Jaya, Jakarta Selatan, gerombolan copet melancarkan aksinya.
Irwan menuduh Agung telah menabrak saudaranya hingga tewas. Sehingga Agung harus bertanggung jawab. "Kamu ya yang nabrak saudara saya,ngaku!," gertak Irwan mencontohkan ulahnya di sel Polsek Kebayoran Baru, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2008).
Saat digertak seperti itu, tangan Supri beraksi. Hp Motorola dan uang Rp 410 ribu pun langsung raib dari tasnya.
"Setelah sukses menggasak hp dan duit, saya mengaku maaf salah tuduh orang," tambah dia.
Untuk menghilangkan jejak, hasil copetan diserahkan dari Supri ke Firman yang berdiri di pintu Metromini dan Ketiganya langsung turun dari metromini.
Usai mereka turun, Agung tersadar hp dan uangnya telah raib. Buru-buru dia lapor ke Polsek yang berjarak beberapa puluh meter dari TKP. Mendapat laporan warga, dua polisi langsung mengejar menggunakan dua sepeda motor. Dan korban membonceng untuk menunjukkan pelaku.
Tepat di depan Pasar Mayestik, pelaku sedang asyik nongkrog di warung makan. Kedatangan polisi membuat mereka langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun karena jalan macet, penjahat tersebut terkejar dan langsung ditendang sepeda motornya hingga pelaku tersungkur.
"Anak saya mau operasi amandel tapi tidak ada uang. Sehari-hari nganggur," cerita Supri seraya menahan sakit di kepalanya akibat jatuh.
Kini ketiganya meringkuk di sel tahanan Polsek Kebayoran Baru dengan kepala telah digunduli sesama tahanan.
(asp/mly)











































