Acara penganugerahan akan dilakukan pada hari Selasa (4/3/2008) di Balai Senat UGM pukul 10.00 WIB. Budayawan yang sering dijuluki si burung Merak itu akan menyampaikan pidato berjudul 'Megatruh Kambuh Renungan Seorang Penyair Dalam Menanggapi Kalabendu'.
Rendra akan mengupas tentang lunturnya etika dan budaya lokal yang memunculkan banyak persoalan di masa sekarang ini.
Salah seorang promotor, Prof Dr Siti Chamamah Soeratno kepada wartawan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Senin (3/3/2008) mengatakan meski Rendra tidak menyelesaikan studinya di Jurusan sastra Inggris FIB pada tahun 1960-an, namun karya-karyanya sangat mewarnai perkembangan dunia seni dan sastra Indonesia. Karya-karya yang dihasilkan menjadi bukti dan karya bhakti yang besar bagi masyarakat.
"Rendra juga dinilai konsisten dengan apa yang dia geluti dan selalu menghasilkan karya-karya besar. Dia memang layak menerima gelar itu dan tidak menjadikan kendala bagi FIB untuk menganugerahi gelar," kata Chamamah.
Sementara itu, Rendra yang sudah berada di FIB UGM mengaku gelar dari UGM merupakan kebanggaan tersendiri di usianya yang sudah lanjut, 73 tahun. Meski akan menerima gelar doktor HC, dia tidak berniat mengajar mahasiswa.
"Saya tidak bisa mengajar. Kalau mengajar mahasiswa nanti malah saya pacari," kata pendiri Bengkel Teater yang dilahirkan di Solo, 7 november 1935 ituย sambil tertawa. (bgs/asy)











































