Tunda Baca Sikap Hingga 2 Kali, Pemerintah Dinilai Tak Solid

RUU Pemilu

Tunda Baca Sikap Hingga 2 Kali, Pemerintah Dinilai Tak Solid

- detikNews
Senin, 03 Mar 2008 13:21 WIB
Jakarta - Keputusan pemerintah yang meminta penundaan pembacaan sikap pemerintah di tengah berlangsungnya sidang paripurna dinilai memalukan. Pemerintah dituding tidak solid.

"Ini memalukan sekali, dalam sejarah republik tidak pernah ada seperti ini. Pak Harto pun tidak akan seperti ini dalam menghargai dewan," kata anggota FPG Yorris Raweyai di sela sidang paripurna pengesahan RUU Pemilu.

Sidang yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/3008) kembali diskorsing selama 20 menit sejak pukul 13.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya, kata dia, pemerintah berkoordinasi dulu sebelum naik panggung untuk membacakan sikapnya, sehingga tidak terkesan plinplan, naik turun podium seperti yang dilakukan Mendagri Mardiyanto.

Terhitung dua kali Mardiyanto turun panggung dengan alasan berkoordinasi dengan Presiden SBY.

"Jangan karena mempertahankan kepentingan Partai Demokrat, terus jadi begini. Ini rakyat jadi menonton," cetusnya.

Sementara Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo merasa malu dengan paripurna kali ini. Tindakan pemerintah yang meminta skorsing di tengah pembacaan sikap, menunjukkan pemerintah tidak kompak.

"Kami sebagai anggota DPR sangat malu melihat ini, harusnya suara pemerintah satu. Ini menunjukkan pemerintah gamang dan tidak kompak, atau bahkan pemerintah ketakutan hasil voting dari DPR," tuturnya.

Menurut Tjahjo, DPR akan memberi kesempatan untuk menyatukan suara pemerintah. "Ya kita beri saja kesempatan, apa hasilnya nanti," kata dia.

(umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads