Mengenang 85 Tahun Ibu Fatmawati

Mengenang 85 Tahun Ibu Fatmawati

- detikNews
Senin, 03 Mar 2008 13:06 WIB
Mengenang 85 Tahun Ibu Fatmawati
Jakarta - Suatu hari di era presiden Soekarno, di istana negara sedang berlangsung kerja bakti. Puluhan orang gotong royong membersihkan halaman istana peninggalan penjajah Belanda itu.

Di antara mereka, seorang perempuan asyik memotong rumput yang tumbuh di sekitar air mancur. Kebaya yang membalutnya tidak menjadi penghalang untuk mengikuti acara bersih-bersih itu.

Siapa nyana kalau perempuan itu ternyata adalah ibu Fatmawati, isteri sang presiden. Statusnya sebagai ibu negara ditinggalkannya sesaat, dan berbaur untuk membantu menjaga keindahan istana kebanggaan negeri itu.

Demikian gambaran foto berjudul "Ibu Fat Tak Sungkan memotong rumput dalam acara kerja bakti istana". Foto itu berjajar dengan puluhan foto ibu Fat, sapaan akrab Fatmawati, dan benda-benda yang pernah dipunyainya dipamerkan di Area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jakarta Utara, Minggu (2/3/2008) malam.

Pameran itu memang diadakan secara khusus oleh cucu-cucu Ibu Fat untuk mengenang 85 tahun neneknya. Perempuan yang diambil Soekarno menjadi istri ketiganya itu lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 dari pasangan Hasan Din dan Chadijah.

Pameran dibuka oleh kelima anak Soekarno dan akan berlangsung hingga Selasa, 4 Maret 2007. Secara bersama-sama Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh menggunting untaian melati sebagai tanda dibukannya pameran.

Foto-foto yang dipajang menggambarkan perjalanan hidup Ibu Fat dari sejak remaja hingga beranak-cucu. Perannya sebagai aktivis perempuan, ibu yang menyayangi anak-anaknya, dan ibu negara ditampilkan sedemikian rupa hingga membentuk episode kehidupan yang mengalir, lengkap dengan pernak-perniknya.

Ada foto Tema, panggilan Ibu Fat waktu kecil, berpose dengan sepeda pemberian sang ayah. Ibu Fat yang ahli memasak, pecinta tanaman, dan gemar menari. Di bagian yang lain, Bu Fat berada di India mendampingi suaminya menjalankan tugas kenegaraan. Ia diapit oleh Bung Karno dan Perdana menteri India, Jawaharlal Nehru.

"Ibu Fatmawati adalah ibu negara pertama yang bersahaja, memiliki kepribadian yang tangguh. Beliau juga merupakan pahlawan nasional," cetus cucu Fatmawati, Puti Guntur Soekarno.

Menurut putri perempuan Guntur itu, pameran juga bertujuan mengenalkan ibu Fat sebagai sosok luar biasa yang selama ini dilupakan masyarakat. "Selama ini Ibu Fat hanya dikenal sebagai penjahit bendera merah putih saja," imbuh Puti.

Selain foto, dalam pameran itu juga dipajang berbagai benda koleksi milik Ibu Fat. Salah satunya busana warna hitam yang dikenakan Ibu Fat saat pergi umroh ke tanah suci Makkah. Ibu Fat meninggal dalam perjalan pulang umroh setibanya di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1980.

Sebelumnya, kehidupan Ibu Fat dipenuhi kemiskinan yang sangat di sebuah rumah di Jl Sriwijaya, Cilandak, Jakarta Selatan. Dia rela meninggalkan istana dan tinggal di rumah itu setelah Soekarno menduakan hatinya dengan menikah kembali. Ibu Fat sangat anti dengan yang namanya poligami.

Dalam pembukaan pameran yang meriah itu juga diluncurkam buku mengenai berjudul 'Ibu Fatmawati, Ibu Negara'. Selain itu penayangan film dokumenter yang berisi kegiatan dan testimony dari keluarga atau teman dekat Fatmawati. (irw/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads