Di lantai dua bangunan ruko, beberapa aktivis Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) terlihat sibuk membuat dan merancang berbagai atribut untuk sosialisasi. Partai berlambang pohon beringin berwarna merah ini dideklarasikan di Gedung Juang, 7 Juli, 2007.
Para pengurus partai kebanyakan, anak muda, yang umumnya bekas aktivis 98. Dengan semangat muda, kata Ambo Enre, Sekjen Pakar Pangan, diharapkan bisa mendorong bangsa untuk berkarya dan berjuang menjadi lebih baik.
Ambo juga mengklaim kalau partainya satu-satunya yang layak disebut dengan partai otonom. Sebab partai memberikan kewenangan penuh kepada dewan pimpinan cabang dan dewan pimpinan kabupaten, untuk mengambil keputusan secara langsung, tanpa tunggu instruksi Dewan Pimpinan Nasional.
"Kami tidak membudidayakan uang sogokan untuk bisa duduk sebagai calon atau titipan seperti yang biasa dilakukan oleh politisi tua di negeri ini. Jika ada yang melakukan budaya sogok akan kami pecat " kata Ambo Enre kepada detikcom.
Pria berusia 28 tahun ini mengatakan, ada tiga fokus utama yang akan diperjuangkan Pakar Pangan ke depan. Tiga titik itu antara lain pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap parpol. Kepercayaan rakyat terhadap parpol hilang akibat janji-janji kosong yang selama ini dijargonkan parpol yang saat ini ada.
Sekalipun sudah punya cabang dan simpatisan hingga ke desa-desa, parpol ini dibilang Ambo, tidak menghabiskan banyak uang. Soalnya, dana yang dikeluarkan sesuai sasaran. Sejauh ini seluruh dana kegiatan partai dibiayai Jackson Kumaat selaku Ketua Umum Pakar Pangan.
Untuk bisa irit dalam pendanaan partai, mereka hanya berpatokan pada informasi bagian litbang. Informasi dari badan ini, akan dijadikan pijakan pengurus dalam mengalirkan dana. Sehingga akan tepat sasaran dan tidak menguap kemana-mana.
Namun sekalipun disebut-sebut didirikan oleh kalangan muda, sederet orang tua, yang kini berada di lingkar kekuasaan, dikabarkan ikut membentengi partai ini. Sebuah sumber menyebutkan, partai yang baru berusia tujuh bulan ini bisa lolos tahap awal di Depkum HAM, lantaran campur tangan M.Yassin. Purnawirawan jenderal ini, sekarang duduk sebagai Ketua Dewan Ketahanan Nasional. Malah partai ini digosipkan akan jadi kendaraan cadangan bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pilpres 2009. Setidaknya bisa menambah kekuatan koalisi Partai Demokrat.
Tapi Ambo enggan menjawab ketika ditanya hal ini. Alasannya itu bukan kewenangannya untuk menjawab. Namun sang ketua, Jackson Kumaat, mengiyakan kalau partainya ada hubungan dekat dengan sejumlah perwira tinggi TNI. Beberapa pensiunan jenderal tercatat menjadi ketua cabang di tingkat provinsi. Sementara di DPN, ada tiga jenderal dari tiga angkatan, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, yang bercokol di jajaran pengurus.
Bahkan Jackson mengaku kalau dirinya sebulan terakhir sudah bolak balik ke Cikeas bertemu SBY. "Sebagai parpol wajar melakukan komunikasi politik," terang Jackson. Tapi ia mengatakan, dalam pertemuan itu SBY meminta Pakar Pangan segera menyiapkan struktur kepengurusan di 33 provinsi. (ron/ddg)











































