"Kita lihat modusnya dengan cara hipnotis," ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Iza Fadri kepada detikcom, Senin (3/3/2008).
Menurut Iza, Hendy yang hendak pulang dari kampusmnya di Grogol saat itu tidak sadar kalau dirinya digiring pelaku ke sebuah taksi. Setelah di dalam taksi, Hendy ditodong dengan cutter dan dibawa berkeliling. Setelah itu pelaku menelepon keluarga korban meminta tebusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iza mengatakan, pelaku menggunakan kecemasan keluarga agar tebusan yang diminta bisa terkabul. "Motifnya bukan balas dendam karena memanfaatkan kecemasan keluarga. Tetapi justru dengan begitu keluarga korban bisa dengan gampang menyerahkan uang," tandasnya.
Hendy Munir diculik pada 27 Februari 2008 pukul 22.00 WIB sekeluar dari kampusnya Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat. Keluarga Hendy memberikan uang tebusan sebesar Rp 20 juta kepada pelaku.
Uang tebusan ini lebih sedikit dari yang diminta pelaku yakni Rp 30 juta. Pada 28 Februari 2008 pukul 22.00 WIB, Hendy kemudian dibebaskan oleh pelaku
(ziz/nrl)










































