Sejak pukul 09.00 WIB, enam keranda jenazah berbalut kain putih bertuliskan berbagai kasus kelaparan di Indonesia dijejer rapi melingkari Bundaran Tugu Unhas.
Sementara seorang mahasiswa duduk di depan keranda sibuk menyalakan kemenyan dan berkomat-kamit. Entah 'mantra' apa yang dibacanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap kasus kelaparan Basse," kata koordinator aksi, Fail, di Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (3/3/2008).
Tulisan protes juga mereka tuangkan dalam spanduk yang juga dijejerkan di tugu kampus. "Rakyat mati kelaparan" dan "Miskin = Mati."
Bentuk solidaritas yang hanya berlangsung selama setengah jam ini kemudian diakhiri dengan aksi tabur bunga mengitari keranda oleh dua orang mahasiswa.
Mereka lalu membagikan selebaran duka cita sebagai bentuk simpati kepada mahasiswa lainnya yang melewati tugu tersebut. Β
Aksi serupa juga digelar oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di depan kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo.
Selain menyatakan bentuk simpatinya atas kematian Bessa dan anaknya, Bahir, KAMMI juga melakukan protes terhadap kebijakan pangan Presiden SBY dan Wapres JK.
(ptr/nrl)











































