Berebut Primadona Kampung, Sumitro Tewas Ditikam Iye

Berebut Primadona Kampung, Sumitro Tewas Ditikam Iye

- detikNews
Senin, 03 Mar 2008 10:12 WIB
Jakarta - Layaknya Perang Troya yang memperebutkan wanita, Sumitro dan Iye sama-sama jatuh hati pada Ningsih, primadona Jl Kapuk Lapangan, Cengkareng, Jakarta Barat. Sumitro harus mati dalam perjamuan terakhir yang dibuat Iye.

Kisah mengenaskan ini bermula dari berhasilnya Sumitro memikat hati Ningsih. Iye yang juga menyimpan benih-benih cinta pada gadis berusia 17 tahun itu sebal.Β  Pemuda berusia 22 tahun itu menganggap Sumitro yang berusia 4 tahun lebih muda darinya telah mengkhianati persahabatan mereka.

Iye yang tidak terima dengan kisah kasih Sumitri-Ningsih kemudian memiliki rencana bagaimana memutus tali kasih mereka. Lalu Iye yang tempat tinggalnya hanya berbeda 2 petak dari rumah Sumitro mengajak sahabatnya itu minum-minum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minggu malam, 2 Maret 2008, Iye dan Sumitro pesta minum hingga Senin (3/3/2008) dinihari. Sumitro tidak sadar dirinya diperdaya oleh karibnya itu. Melihat Sumitro sudah mabuk,Β  Iye mengeluarkan badiknya. Sumitro kaget, dia pun membela diri.

Perkelahian tidak dapat dihindarkan. Iye berada di atas angin karena menggunakan badik, sementara Sumitro hanya bermodalkan tangan kosong.

Bleesss! Badik Iye menusuk dada kiri dan mengenai jantung hingga paru-parunya. Pemuda itu pun tersungkur ke tanah. Kaos ungu serta celana jeansnya berlumuran darah sebelum akhirnya meregang nyawa.

"Saat itu, suasana sepi. Saya datang sudah mendapati Sumitro sudah tidak bernapas dengan darah dimana," kata Yogi, teman keduanya.

Warga yang melihat Sumitro bersimbah darah melarikannya ke RS Cengkareng. Namun nyawanya tak dapat tertolong. Dia tewas dan jenazahnya dikirim ke RSCM untuk diotopsi.

Sementara Sumitro berakhir di kamar jenazah RSCM, Iye hilang tanpa jejak. (asp/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads