Demikian disampaikan presiden interim Timor Leste Fernando "Lasama" de Araujo seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/3/2008).
"Presiden juga mengatakan telah memaafkan mendiang Alfredo Reinado Alves dan meminta pemerintah mendukung keluarga Alfredo," kata de Araujo dalam statemennya usai menjenguk Horta di rumah sakit Darwin, Australia.
"Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada bangsa dan gereja atas doa-doa mereka serta meminta rakyat untuk menghentikan kekerasan," imbuh de Araujo.
Alfredo tewas dalam baku tembak saat penyerangan di rumah Horta. Horta sendiri mengalami luka parah dan langsung diterbangkan ke Rumah Sakit Royal Darwin untuk dirawat. Peraih Nobel Perdamaian itu terbaring koma selama 10 hari sebelum kemudian sadar hampir dua pekan silam.
(ita/nrl)











































