"Kita sudah melakukan identifikasi dan penyelidikan untuk mencari saksi-saksi. Kita tidak melihat siapa yang terlibat, tapi siapa yang terlibat dalam kasus ini akan ditindak tegas," kata Kabid Humas Polda NAD Kombes (Pol) Jodi Heriyadi saat dihubungi per telepon, Minggu (2/3/2008).
Jodi menjelaskan saat ini pihaknya telah mendatangkan tim dari Polda NAD yakni satuan Reskrim dan intel, juga dari Polres Aceh Tengah untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan 4 jenazah yang dibakar, dan 1 yang ditemukan di dalam sumur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang diperoleh, saat ini seorang korban pun masih dalam keadaan kritis dan dirawat di RS Batu Beru Takengon.
Sebagaimana diketahui insiden pembakaran kantor KPA ini bermula dari kericuhan memperebutkan lahan parkir di terminal Kota Takengon, Aceh Tengah, antara KPA -- organisasi eks kombatan GAM -- dengan Ikatan Pekerja Terminal (IPT). Masing-masing pihak merasa berhak mengelola parkir di kawasan tersebut.
Sebenarnya, hal ini sudah dimediasi oleh aparat keamanan dan juga bupati setempat. Masing-masing pihak juga dikatakan sudah menandatangani kesepakatan. Sayangnya pada Sabtu (1/3/2008) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB, kantor yang terletak di pinggir jalan utama kecamatan itu dibakar sekelompok massa yang diduga dari IPT. Aksi pembakaran ini mengakibatkan 5 orang tewas dan 1 kritis. (ndr/)










































