Kantor KPA wilayah Linge yang terletak di Desa Meurah Pupuk, Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah, itu sampai kini masih dibatasi dengan garis polisi. "Terlihat ada anggota polisi dan juga anggota Koramil. Masyarakat juga ramai yang datang ke lokasi. Keluarga korban juga sudah berdatangan. Salah satu kakak korban terlihat histeris," terang Hasbi Azhar, salah seorang fotografer freelance yang berada di lokasi kejadian pada detikcom lewat telepon.
Dikatakan Hasbi, sedianya tim forensik dari Polda NAD akan tiba hari ini ke TKP. Baru setelah itu jenazah korban yang ikut dibakar bersama kantor tersebut akan dibawa untuk selanjutnya diautopsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bagian Humas Polda NAD Kombes (Pol) Jodi Heriyadi sampai saat ini belum berhasil dihubungi untuk dikonfirmasi seputar insiden ini. Berkali-kali dihubungi, telepon genggammnya tidak diangkat.
Sebagaimana diketahui insiden pembakaran kantor KPA ini bermula dari kericuhan memperebutkan lahan parkir di terminal Kota Takengon, Aceh Tengah, antara KPA -- organisasi eks kombatan GAM -- dengan Ikatan Pekerja Terminal (IPT). Masing-masing pihak merasa berhak mengelola parkir di kawasan tersebut.
Sebenarnya, hal ini sudah dimediasi oleh aparat keamanan dan juga bupati setempat. Masing-masing pihak juga dikatakan sudah menandatangani kesepakatan. Sayangnya pada Sabtu (1/3/2008) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB, kantor yang terletak di pinggir jalan utama kecamatan itu dibakar sekelompok massa yang diduga dari IPT. Aksi pembakaran ini mengakibatkan 5 orang tewas dan 1 kritis.
(ray/nrl)










































