Sekjen DPP PDIP Pramono Anung mengatakan, pihaknya tidak akan mencalonkan sebagai anggota legislatif pada pemilu 2009 mendatang jika ada kader yang nyata-nyata tidak mendukung pasangan calon yang telah ditetapkan.
"Pasangan calon ini dipilih melalui tahapan yang jelas dan transparan. Bagi kader dan struktur partai, tidak ada kata tidak mendukung," tegasnya.
Pramono mencotohkan, DPP telah memberi sanksi kepada beberapa pengurus di antaranya, DKI Jakarta dan Sumatera, karena mereka kalah dalam pilkada.
"Saya tidak perlu menyebut nama, tapi kita telah ambil tindakan tegas," imbuhnya.
Berdasarkan data DPP, dari 15 pilkada selama tahun 2008, PDIP hanya kalah di empat daerah. Hal itu menunjukkan pasangan calon yang ditetapkan partai diterima masyarakat.
Soal terpilihnya Bibit dan Rustri sebagai pasangan calon PDIP, Pramono mengatakan, dari lima kali survei, pasangan tersebut merupakan calon yang paling bisa diterima kader partai dan masyarakat Jateng. Survei terakhir dilakukan pada Februari lalu.
Pramono mengakui dalam survei tersebut, dibanding pasangan calon yang sudah beredar, Bibit dan Rustri tidak terlalu dikenal. Hal itu wajar, karena Bibit dan Rustri baru ditetapkan, sementara pasangan calon lain sudah 'berkampanye' lebih dulu.
"Namun dengan berbagai pertimbangan rasional dan irasional, pasangan calon tersebut dinilai paling pas. Untuk itu, dalam waktu dua bulan ini, kita harus kerja keras. Ini semua demi partai," paparnya.
Hingga saat ini, ada lima pasang calon yang telah ditetapkan partai, yakni PDIP, PKB, PKS-Demokrat, Parti Golkar, dan PPP-PAN. Pasangan calon tersebut akan didaftarkan ke KPUD pada April mendatang. (try/mar)











































