"Saya tidak ingin disebut pahlawan. Ada dua orang yang terluka pulang bersama kami kemarin. Merekalah pahlawan," kata Harry seperti dilansir APF, Minggu (2/3/2008).
Meski begitu, Harry mengaku, berperang ke Afganistan adalah pengalaman paling menyenangkan di sepanjang hidupnya. Karena itu, pria 22 tahun itu ingin segera kembali ke medan perang. Dia pun akan memberitahukan hasrat tersebut kepada atasan militernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, keberadaan Harry di Afganistan selama kurang lebih 10 minggu tidak diketahui publik. Namun setelah sebuah situs asing memberitakannya, pemerintah Inggris pun menarik pangeran yang dijuluki magnet peluru itu ke Inggris. Pihak kerajaan takut, Harry akan menjadi sasaran Taliban.
Pesawat yang membawa Harry telah mendarat di Inggris pada Sabtu 1 Maret 2008. Harry dijemput oleh ayahnya dan kakaknya Pangeran William. (ken/ken)











































