Oknum TNI Diduga Terlibat Sindikat Pencurian Mobil di Riau

Oknum TNI Diduga Terlibat Sindikat Pencurian Mobil di Riau

- detikNews
Sabtu, 01 Mar 2008 17:13 WIB
Pekanbaru - Mengapa sindikat pencurian mobil di Jawa yang selanjutnya dijual ke Sumatera dapat berjalan mulus? Jawabannya, karena sindikat ini diduga melibatkan oknum-oknum TNI.

Kapolsek Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Iptu James Sibarani mengungkapkan, kini pihaknya sudah menangkap Fernandes warga Riau sebagai penadah mobil curian dari Jawa.

“Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku, kalau sindikat pencurian ini melibatkan oknum-oknum TNI. Artinya, pencurian di Jawa sana melibatkan aparat pemerintah. Makanya menurut tersangka, mereka dapat berjalan mulus membawanya ke Sumatera,” kata James, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (1/3/2008).

James menuturkan, tersangka kini telah mendekam di sel tahanan Mapolsek Pinggir. Satu unit barang bukti mobil Toyota Kijang Innova sudah diamankan. Tersangka mengaku terlibat jaringan pencurian mobil sejak Maret 2007 silam.

“Tapi mereka yang ada di Riau hanya sebagai penadah saja. Artinya mereka tidak terlibat langsung aksi pencurian mobil di sejumlah kota di Jawa. Tapi penadahnya di Riau atau wilayah Sumatera lainnya, masih satu rangkaian dengan malingnya yang di Jawa,” tutur James.

Lantas apakah peredaran mobil hasil curian di Riau juga melibatkan oknum TNI? Pengakuan tersangka kepada polisi, penjualan mobil curian ini juga melibatkan oknum TNI.

“Kita tanya ke tersangka, katanya juga melibatkan oknum-oknum,” terang James.

Kini pihak kepolisian tengah mengembangkan kasus penjualan mobil curian tersebut. Sebab, tersangka mengaku sejak maret tahun lalu, sedikitnya delapan mobil sudah dipasarkan di Riau. Saat ini barang bukti yang berhasil disita dari tersangka baru satu unit mobil.

“Kita akan mengembangkan kasus ini dengan mencari penadah lainnya. Kita sudah mengantongi dua nama penadah lainnya,” pungkasnya. (cha/ptr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini