Sehari-hari, menunya hanya bubur hambar saja yang masuk ke perut mereka.
"Tidak pakai ikan, nasi saja. Kadang pakai garam tapi sering pakai nasi saja," cerita Salma di RS Haji Suparman, Jalan Daeng Ngepe, Makassar, Sabtu (1/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibunya, Basse, berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari sebatas kemampuannya. Uang yang didapat dari mencuci baju tetangga hanya cukup untuk membeli beras.
Salma menuturkan, ibunya sering dimarahi sang ayah, Bahri (30), jika minta uang. Bahkan Bahri yang bekerja sebagai tukang becak itu pernah melayangkan pukulan kepada ibunya.
"Bapak kadang sering marah-marah ke ibu kalau ibu minta uang. Saya juga pernah melihat ibu dipukul sama bapak," ujar anak sulung Basse itu.
Salma yang mengenakan baju kumal kebesaran berwarna kuning di RS Haji untuk menemani adiknya, Aco (4), yang harus dirawat karena diare akut akibat kelaparan.
Salma berharap adiknya cepat sembuh. Dia juga berharap ayahnya cepat datang ke rumah sakit. Bahri membawa jenazah istri dan janin yang dikandungnya, serta jenazah anak ketiganya untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Bantaeng, Makassar.
(nik/umi)











































