Lurah Parang Tambung: Basse Tak Dapat Raskin karena Nomaden

Ibu Hamil Meninggal Kelaparan

Lurah Parang Tambung: Basse Tak Dapat Raskin karena Nomaden

- detikNews
Sabtu, 01 Mar 2008 15:15 WIB
Makassar - Suami istri, Bahri (30) dan Basse (27) hidup dalam kemiskinan. Basse yang tengah mengandung 7 bulan bahkan meninggal saat didera lapar. Keluarga miskin itu tidak pernah mencicipi jatah raskin.

Di tempat tinggalnya saat ini, Jalan Daeng Tata I Blok 5, Kelurahan Karang Tambun, Tamalate, Makassar, pasangan beranak 4 orang itu sudah menetap selama 5 bulan. Lurah Parang Tambung, Firnandar, berkilah mereka bukan warganya.

"Basse dan keluarganya hidup berpindah-pindah. Memang di lingkungan saya rata-rata dihuni oleh keluarga yang hidupnya berpindah. Umumnya penduduk di sini kerjanya sebagai tukang becak, tukang batu dan penjual sayur," ujar Firnandar di Rumah Sakit Haji, Jl Daeng Ngepe, Makassar, Sabtu (1/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Firnandar menyatakan, Basse tidak pernah membawa anaknya ke posyandu. "Basse itu keluarga tidak mampu. Petugas kami baru mengetahui anak Basse yang keempat yakni Aco dibawa ke rumah sakit
kemarin karena kelaparan," jelas Firnandar.

Firnandar mengaku, dirinya sempat bertemu dengan suami Basse, Bahri (30). Namun Bahri tidak menceritakan perihal kesusahannya.

"Saya tanya ke tetangga, ternyata kedua orang tuanya tertutup," kata Firnandar.

(nik/umi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini