Gadis Melbourne, Australia, berusia 19 tahun ini terpaksa hanya mandi kurang dari semenit, itu pun jika sakit kepala belum menyerangnya. Seketika kulitnya bersentuhan dengan air, bercak-bercak merah langsung ke luar.
Dia bahkan alergi dengan keringatnya sendiri, sehingga mahasiswa jurnalistik ini jarang melakukan kegiatan luar rumah. Dia bahkan tak berolahraga, apalagi berenang.
"Meski ruam saya tak kelihatan, rasanya lebih menyakitkan daripada yang kelihatan," ujar Ashleigh seperti dilansir news.com.au, Jumat (29/2/2008).
"Saya tak bisa ke mana-mana selama dua jam karena setelah itu pasti kesakitan," imbuhnya.
Ashleigh menderita penyakit langka aquagenic urticaria sejak berusia 14 tahun. Penyakit langka ini diduga muncul akibat terapi penisilin yang kemudian meningkatkan tingkat histamin di tubuhnya.
Namun syukurnya Ashleigh hanya alergi jika terkena kulit. Dia tidak punya masalah jika meminum air.
(aba/gah)











































