"Untuk menentramkan masyarakat kita akan melakukan total sampling. Biasanya kita hanya sampling sebagian. Tetapi karena ada kasus ini, kita akan teliti semuanya," ujar Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib dalam jumpa pers di Gedung Depkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (29/2/2008).
Husniah menjelaskan, saat ini ada 96 merek susu formula bayi yang beredar. Pengujian tidak hanya mencari Enterobacter sakazakii, tetapi juga bakteri lain yang berbahaya bagi bayi, seperti E coli dan Salmonella.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pengujian akan diumumkan secara terbuka pada publik.
Sampel pengujian diambil secara acak dari berbagai tempat penjualan, bukan dari produsen susu langsung. Hal ini untuk menghindarkan rekayasa produk susu yang akan diuji.
"Ada yang dari supermarket, pasar tradisional, dan sebagainya. Kita tidak pernah meminta sampel dari produsen," ungkapnya.
Susu formula terkenal dengan harganya yang tidak bersahabat dengan dompet. Oleh karena itu, lanjut Husniah, pihaknya akan meminta dana pemerintah untuk pengujian tersebut.
"Susunya itu yang mahal. Satu kaleng ada yang harganya Rp 150 ribu, Rp 250 ribu," jelasnya.
(gah/aba)











































